Arti Kehilangan
Ada waktu dimana kekuatan itu memudar dan berubah menjadi keputus asaan
Ada tempat dimana apa yang telah dibangun runtuh sekejap dengan yang namanya kehendak semesta
Ditata rapi tanpa cela sedikitpun pada akhirnya bisa lantah berkeping keping disentil si empun bumi
Ia yang selalu ada
Ia yang memberi warna
Ia yang menopang lara
Memudar lalu hilang tanpa pernah direncanakan
Sekuat apapun menggenggam, magnet semesta lebih besar dibanding kedua telapak ku
Lelah meredam pilu selama ini?
Jawabannya iya..
Aku tak setangguh itu
Aku tak sekuat itu
Dihempaskan berkali kali lalu akhirnya bangkit dan tiba diujung pintu
Lalu dihempaskan lagi
Remuk, ngilu, nyeri semua baru terasa
Terlalu banyak menelan pil penghilang rasa sakit
Pada akhirnya aku kebal
Tak mempan
Sakit kali ini benar benar berkali lipat dari yang pernah ku dapat
Aku sedang lelah
Aku tengah payah
Aku pernah dijatuhkan dalam dalam ke palung laut tanpa oksigen
Aku masih bisa bernafas pada saat itu
Aku pernah dibenamkan di gelap tanpa udara
Aku masih bisa meraba cahaya pada waktu itu
Haruskah aku kehilangan tuk kesekian kali ????
Andai bisa bernegosiasi dengan semesta aku tak ingini perpisahan atau tak perlu ada pertemuan sama sekali
Sehingga aku tak serapuh ini
Kehilangan arah mata angin seperti ini
Kapal ini tengah karam ditengah ombak
Nahkodanya sibuk mencari sekoci sedang kaptennya cuma meninggalkan peta tanpa kompas
Terombang ambing, dengan kekacauan dimana mana
Sedang tak punya jalan keluar
Aku yang biasanya berpikir logis dengan kalkulasi tinggi bisa juga jadi bodoh
Aku yang biasanya pandai menempa diri dengan topeng bisa juga ambruk dan berhenti berakting semua baik baik saja
Aku hanya sedang lelah
Aku sudah terlalu lama disayat sayat,
Luka ini baru sembuh kenapa harus dibuka menganga selebar ini ((lagi))
Aku tengah payah
Aku cuma ingin menghilang dari pertempuran ini.








Tidak ada komentar: