Arti Kehilangan

|

Ada waktu dimana kekuatan itu memudar dan berubah menjadi keputus asaan

Ada tempat dimana apa yang telah dibangun runtuh sekejap dengan yang namanya kehendak semesta

Ditata rapi tanpa cela sedikitpun pada akhirnya bisa lantah berkeping keping disentil si empun bumi

Ia yang selalu ada
Ia yang memberi warna
Ia yang menopang lara
Memudar lalu hilang tanpa pernah direncanakan

Sekuat apapun menggenggam, magnet semesta lebih besar dibanding kedua telapak ku

Lelah meredam pilu selama ini?
Jawabannya iya..

Aku tak setangguh itu
Aku tak sekuat itu

Dihempaskan berkali kali lalu akhirnya bangkit dan tiba diujung pintu
Lalu dihempaskan lagi

Remuk, ngilu, nyeri semua baru terasa
Terlalu banyak menelan pil penghilang rasa sakit
Pada akhirnya aku kebal
Tak mempan

Sakit kali ini benar benar berkali lipat dari yang pernah ku dapat

Aku sedang lelah
Aku tengah payah

Aku pernah dijatuhkan dalam dalam ke palung laut tanpa oksigen
Aku masih bisa bernafas pada saat itu

Aku pernah dibenamkan di gelap tanpa udara
Aku masih bisa meraba cahaya pada waktu itu

Haruskah aku kehilangan tuk kesekian kali ????

Andai bisa bernegosiasi dengan semesta aku tak ingini perpisahan atau tak perlu ada pertemuan sama sekali

Sehingga aku tak serapuh ini
Kehilangan arah mata angin seperti ini

Kapal ini tengah karam ditengah ombak
Nahkodanya sibuk mencari sekoci sedang kaptennya cuma meninggalkan peta tanpa kompas

Terombang ambing, dengan kekacauan dimana mana

Sedang tak punya jalan keluar

Aku yang biasanya berpikir logis dengan kalkulasi tinggi bisa juga jadi bodoh

Aku yang biasanya pandai menempa diri dengan topeng bisa juga ambruk dan berhenti berakting semua baik baik saja

Aku hanya sedang lelah
Aku sudah terlalu lama disayat sayat,
Luka ini baru sembuh kenapa harus dibuka menganga selebar ini ((lagi))

Aku tengah payah
Aku cuma ingin menghilang dari pertempuran ini.

By Mimie Vinnetta on 06.38. Filed under . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Tidak ada komentar:

Leave a Reply