Untukmu, orang asing ditujuh tahun lalu

|

Harusnya surat ini kuposkan tujuh tahun lalu Saat ku masih duduk dibangku kelas satu Dimana perasaan cinta bak hal tabu dan hanya ada di drama korea Ya ini tentang aku yang jatuh cinta padamu Ditatapan pertama diparkiran sekolah dihari jum'at mendung kelabu Kita sama terlambat, aku tersesat mencari ruang komputer dan kau bergegas menuju gedung kelas Kita berpapasan bak mahluk luar angkasa, sama sama asing meski berseragam senada Aku terjatuh sesaat dan kau hanya menatapku bak robot habis batrai Hai orang asing berkacamata, aku berdegup melihatmu Berlalulah waktu wajah asingmu selalu menghantui senggangku Mirip tokoh novel pujaanku Aku tak pernah menemukanmu hingga ahirnya waktu memadukan kita dipertemuan jam 12 istirahat sekolah Aku dengan seragam olahragaku dan kamu bercengkrama bersama teman sekelasmu Ku tatap matamu malu sembari ku bertanya pada temanku siapakah kamu wahai orang asing Tak satupun tau siapa gerangan engkau dan kau tetap menjadi orang asing Orang asing pertama yang membuatku merasakan indahnya love at first sight, cinta anak kecil beranjak remaja Di setiap hari aku berjalan tak tau malu mencari keberadaanmu dan tak pernah kudapati itu Kamu itu seperti alien, asing dan sulit dilihat Hingga ahirnya aku menguntitmu seperti penjahat Aku hapal dimana kau parkir motormu tapi masi tak hapal ejaan namamu Kelasmu pun aku tak tau, yang kutau saat itu kau lelaki berkacamata asing suka parkir dekat kelasku dan buatku jatuh hati Itu saja cukup Semesta ternyata berpihak kepadaku, tanpa ku cari namamu begitu saja muncul ditelingaku beserta fotomu dari teman satu kelasku Girang bukan kepalang, tibalah 14 februari valentine malapetaka itu datang Sebuah kecerobohan membuat satu sekolah tau aku naksir padamu hingga ku ciut setiap ada langkahmu Aku mencintaimu diam diam tanpa bertanya meski dunia bersorak mengejekku Setiap aku lewat, ada yang berbisik membuat pipiku bersemu malu Kita tak pernah bertegur sapa; meski saling berpapasan dan memandang lekat, meski sering beriringan keluar pagar sekolah bahkan pernah saling meminjamkan type-x saat remedial kimia Aku sudah sedekat itu tapi aku malu menyapa halo padamu Bagiku saat itu bisa melihatmu saja bahgya buatku Banyak kenangan lucu namun tetap saja kita tak pernah berjabat saling mengenal satu sama lain Takdir menyapaku dekat, kau pergi menggapai jenjang baru, aku setahun dibawahmu cuma menangis bodoh dilantai dua sembari meliat perpisahan mu Tak berani mengenalkan namaku dari mulutku sendiri tak pernah menyatakan perasaan ini Dan ahirnya kini di tahun dimana kudengar kau akan menikah aku kirimkan sepucuk surat tanpa balas ini padamu Mengeluarkan isi hati yang membeku terlalu lama Hai orang asing berkacamata Aku ingin mengenalkan diriku secara langsung, Aku (dulu) mencintaimu tanpa kita saling menyapa Aku (dulu) menyukaimu tanpa alasan Aku (dulu) selalu girang meski hanya aromamu yang kulihat Maaf membuatmu terlibat banyak hal memalukan karenaku Dan aku (pernah) sangat girang ketika di semester kedua ku kuliah kau menemukan facebookku dan mengirim pesan berkata 'aku menanti cokelatmu yang enak itu lagi' Dari adik kelasmu _

By Mimie Vinnetta on 05.05. Filed under , . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Tidak ada komentar:

Leave a Reply