Dear, Hujan Senja
Salam senja semesta,
Lama aku tak menatapmu penuh senyum
Lama aku tak mendengarkan suaramu
Lama aku tak mencium aromamu
Senja kali ini ku persembahkan untukmu
Semesta dengan kelabu menyebarkan wangi tanah diiringi suara tarian air beradu di atap kamarku
Tetesanmu mengetuk pelan jendelaku, seolah memanggilku
Membuatku sadar bahwa aku terlalu mengabaikanmu ahir ahir ini
Apa kabarmu hujan?
Kamu ternyata masih punya aroma yang sama, yang membuatku hanyut dan bersandar di jendela; memainkan jemari diantara biasmu
Kamu nyatanya selalu hadirkan bahgya yang sama,
Kali ini aku melayang diiringi mu dan aku ingin berlama
Hanya aku dan kamu . Hujan
Berapa lama kita tak saling bersama?
Mungkin rambut serta tubuh ini perlu kau kecup dulu
Ada banyak cerita yang sudah kita arungi seirama
Tangis, tawa, kehilangan, menggenggam. semua pernah kita lakukan sama sama
Disetiap hal terindah ku ada kamu menari dengan lembut gerimis seakan bersorak padaku
Disaat hal buatku sedih juga ada kamu menghentak lebat di bumi penuh emosi seakan mencoba marah sembari memelukku
Aku masih sama,
Masih suka membaui aromamu kemudian membiarkan beberapa kepingan berseliweran sambil bawa tawa malu di pipiku
Aku tetap orang yang sama
Masih memejam sembari meresapi alunan kakimu ditanah, mengalunkan kepingan hari lalu berpadu serima tempomu
Hujan... Lama ku tak begini
Hujan... Aku rindu saat ini
Benar kata mereka, kau selalu datang satu paket
Kotak berisi kenangan bersama genangan
Hujan... Aku suka saat kau datang
Aku bisa menenggelamkan semua bebanku , menggenggammu sembari memainkan harmoniku
Aku memang pemuja kenangan, sebab aku menolak untuk lupa
Jika banyak orang membencimu, maka aku sebaliknya
Aku selalu menanti kehadiranmu
Karna aku bisa tersenyum tanpa alasan dan merindu tanpa tersakiti
Disetiap ronamu, aku mengenalimu. Lalu berpaling dengan penuh riang meski sekelilingku terheran
Aku wanita sederhana penyuka hujan
Aku wanita yang rindunya terlarut bersama hujan
Pertemuan terakhirku mengapa kau tak mengiringinya?
Apa ini pertanda kalau ini bukan ahir cerita
Oh.. Hujan, peluk aku sejenak
Biarkan aku kuyup dibawahmu
Sampaikan salamku padanya lewatmu
Katakan padanya aku merindunya dengan gerimismu
Hujan temani aku dulu. Jangan cepat cepat berlalu
Aku masih ingin memagut dirinya lewat rintik mu
Biarkan senja dan kamu beradu hingga dirinya pun merasakan aku mengirimkan sebuah pesan lewat awan
Bahwa aku masi menunggu
Menunggu hujan dan kamu
Hujan, sering seringlah datang menyapaku
Aku masih sama, tak bosan akan hadirmu








Tidak ada komentar: